Teknik Elektro
Monitoring Suhu dan Beban Kabel Bawah Tanah
admin
28 Jan, 2026
6 Menit Baca
Sistem monitoring menggunakan teknologi DTS (Distributed Temperature Sensing) berbasis kabel serat optik yang dipasang paralel atau terintegrasi dengan kabel transmisi daya. Prinsip kerja memanfaatkan efek Raman scattering dimana cahaya laser yang dipancarkan melalui serat optik akan mengalami pergeseran frekuensi yang proporsional dengan suhu pada setiap titik sepanjang kabel. Interrogator unit menganalisis backscattered light untuk menghasilkan profil suhu kontinu dengan resolusi spasial hingga 1 meter sepanjang jalur kabel yang dapat mencapai puluhan kilometer. Sistem mampu mendeteksi lokasi hotspot dengan presisi tinggi, mengidentifikasi titik-titik yang mengalami pemanasan berlebih akibat koneksi longgar, degradasi isolasi, atau beban berlebih. Alarm dini kegagalan isolasi diberikan ketika suhu melewati threshold yang dikonfigurasi berdasarkan rating kabel, memberikan waktu untuk tindakan preventif sebelum terjadi breakdown atau kebakaran. Dashboard monitoring real-time menampilkan peta thermal sepanjang rute kabel dengan visualisasi warna yang intuitif, memudahkan operator mengidentifikasi area kritis dengan cepat. Analisis tren suhu historis membantu perencanaan maintenance dan prediksi remaining lifetime kabel. Sistem juga menghitung dynamic rating atau ampacity real-time kabel berdasarkan kondisi termal aktual, memungkinkan operator memanfaatkan kapasitas kabel secara optimal tanpa over-heating. Data dapat diintegrasikan dengan sistem SCADA existing untuk monitoring terpusat bersama parameter kelistrikan lainnya. Teknologi fiber optic immune terhadap interferensi elektromagnetik dari arus beban tinggi. Aplikasi meliputi monitoring kabel transmisi tegangan tinggi, kabel distribusi underground, kabel di terowongan, dan kabel di instalasi industri kritis seperti pembangkit listrik atau kilang.