Robotika
Sistem Navigasi Drone Indoor (Non-GPS)
admin
28 Jan, 2026
6 Menit Baca
Sistem navigasi drone indoor mengimplementasikan teknologi SLAM (Simultaneous Localization and Mapping) yang memungkinkan drone membangun peta lingkungan secara real-time sambil menentukan posisinya sendiri dalam peta tersebut. Array sensor ultrasonic terpasang di berbagai sisi drone memberikan informasi jarak terhadap obstacle dalam radius 360 derajat untuk obstacle avoidance yang responsif. Sistem stabilisasi otomatis menggunakan IMU (Inertial Measurement Unit) berkecepatan tinggi yang mengintegrasikan data dari gyroscope, accelerometer, dan magnetometer untuk mempertahankan posisi hover yang stabil bahkan di lingkungan dengan gangguan udara. Kamera optical flow beresolusi tinggi menganalisis pergerakan tekstur permukaan di bawah drone untuk estimasi kecepatan dan displacement yang akurat, menggantikan fungsi GPS. Algoritma sensor fusion menggabungkan data dari semua sensor untuk menghasilkan estimasi posisi yang robust dan akurat hingga level sentimeter. Waypoint navigation memungkinkan pemrograman rute terbang otomatis dengan titik-titik koordinat indoor yang telah dipetakan. Mode follow-me menggunakan ultra-wideband (UWB) positioning untuk mengikuti operator secara otonom. Sistem return-to-home akan mengembalikan drone ke titik lepas landas secara otomatis saat baterai rendah atau kehilangan koneksi kontrol. Aplikasi meliputi inspeksi gudang, pemetaan interior gedung, surveillance keamanan indoor, dan dokumentasi visual di pabrik atau fasilitas besar. Baterai LiPo kapasitas tinggi memberikan waktu terbang hingga 25-30 menit per charge. Payload camera gimbal 3-axis untuk video dan foto yang stabil. Software ground control station untuk mission planning dan real-time monitoring.